Panggil saja saya Herman. Bila melihat saya berdiri di balik meja kasir toko alat musik terbesar dan paling lengkap di kawasan Semarang saat ini, boleh jadi tidak ada yang menyangka bahwa belasan tahun lalu, tangan saya kapalan bukan karena merakit gitar mahal, tetapi akibat memetik senar gitar a